Rabu, 01 Mei 2019

Tugas 2 sistem informasi geografis

Nama : Hendra Wahyudi Ariyono
Npm.  : 17025010084
Kelas. : Agroteknologi C

Estimation of Surface Runoff Using Remote Sensing and Geographical Information Sytem 


Latar Belakang 
India mendukung 16 persen populasi dunia pada 2,42 persen wilayah daratan global. Sebuah Diperkirakan 175 Juta Hektar (M ha) tanah yang merupakan sekitar 66 persen dari total wilayah geografis menderita efek buruk erosi tanah dan degradasi tanah. Erosi aktif yang disebabkan oleh air dan angin saja menyumbang 150 M ha tanah, yang menyumbang hilangnya tanah sekitar 5300 juta ton tanah pucuk. Selain itu 25 M ha miliki terdegradasi karena jurang dan parit, perladangan berpindah, salinitas / alkalinitas, penebangan air dll. . Limpasan permukaan dan kehilangan sedimen adalah dua respons hidrologi penting dari kejadian hujan terjadi pada sistem daerah aliran sungai
Metode konvensional estimasi limpasan menggunakan model SCS adalah waktu mengkonsumsi dan rawan kesalahan. Dengan demikian, Penginderaan Jauh dan Informasi Geografis (SIG) teknik semakin banyak digunakan, Karena sifat geografis faktor-faktor model limpasan SCS dapat dengan mudah dimodelkan menjadi GIS.
Metode dan Bahan
Bahan
Wilayah studi
1. Wilayah studi DAS Kanhaiya nala yang terletak di dalam DAS Sungai Ton
2. DAS Kanhaiya nala yang terletak di Satna District (MP)
3. Total area DAS adalah 19,53 km
Sumber data
1. Peta topografi pada skala 1:50000 digunakan untuk penggambaran DAS
2. SOI toposheet no.36D/12 digunakan untuk penggambaran batas DAS
3. ETM Landsat dengan resolusi 30m digunakan untuk mempersiapkan LULC peta DAS
4. Peta tanah 1 : 250000
Perangkat lunak yang digunakan
1. Perangkat lunak Arc GIS 9.3 digunakan untuk membuat, mengelola dan menghasilkan lapisan yang digunakan berbeda
2. ERDAS 9.1 digunakan untuk pembuatan peta LULC
3. Microsoft unggul digunakan untuk perhitungan matermatis
Metode
Mempersiapkan berbagai peta tematik
1. Peta LULC
2. Peta Tanah
3. Peta Ketinggian
4. Peta CN
5. Peta curah hujan
6. Estimasi Kedalaman Limpasan menggunakan Model SCS
Hasil dan Pembahasan 

DAS Kanhaiya nala terdapat 5 penggunaan lahan yaitu sungai, kolam, lahan terbuka, pertanian dan hutan



Dalam penelitian hanya satu jenis tanah (loamy) yang berada di bawah kelompok tanah hidrologi B.

Peta kontur dapat digunanakan untuk menghasilkan Digital Elevation Model (DEM).Kemiringan merupakan factor penting untuk memahami sifat Medan, Karakteristik limpasan dan erosi tanah pada daerah perintah dikontrol oleh derajat kemiringan. Gambar diatas menunjukkan peta ketinggian area penelitian.


Untuk membuat peta CN,peta tanah dan peta penggunaan lahan diunggah ke Arc GIS. Peta tanah dan peta penggunaan lahan dipilih untuk persimpangan, setelah memotong peta dengan polygon baru yang mewakili peta tanah – tanah yang digabungkan. Itu nilai CN yang sesuai untuk setiap polygon dari peta tanah.

Hydrologic Soil Cover Complex Model adalah cara yang banyak digunakan untuk estimasi limpasan. Model ini menggunakan kemampuan memproduksi limpasan dinyatakan dengan nilai numeric (Angka Kurva) bervariasi antara 0-100

Angka kurva USDA digunakan untuk penentuan jumlah kurva untuk masing – masing sub DAS berdasarkan kelompok tanah hidrologi dan kelas penggunaan lahan dari masing – masing daerah.

Dapat disimpulkan dari Tabel 3 bahwa CN tidak disesuaikan nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan CN yang disesuaikan dengan kemiringan. Tidak ada ketentuan untuk pemantauan limpasan di DAS Kanhaiya nala, oleh karena itu metode ini dapat digunakan untuk mencari tau limpasannya. Dengan demikian angka kurva yang dihasilkan dapat digunakan untuk prediksi limpasan dari DAS ungauged.
Kesimpulan
Teknik Penginderaan jauh dan SIG adalah alternative yang dapat diandalkan untuk cara survey, penyelidikan, perencanaan, pemantauan, pemodelan, penyimpanan data dan proses pengambilan keputusan. Dengan bantuan model RS, GIS dan SCS dimungkinkan membuat rencana pengelolaan untuk penggunaan dan pengembangan DAS. Meskipun kurva metode angka adalah pendekatan empiris untuk menentukan kedalaman limpasan dari DAS tetapi dapat berguna untuk memperkirakan limpasan untuk tempat – tempat yang tidak memiliki catatan limpasan.

Selasa, 05 Maret 2019

Nama : Hendra Wahyudi Ariyono
Kelas : Agroteknologi C
NPM : 17025010084


                                      


"PERANAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM BERBAGAI BIDANG"

Sistem Informasi Geografis adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan, dan menganalisa informasi-informasi yang berhubungan dengan - permukaan permukaan bumi. Istilah sistem informasi geografi adalah gabungan dari tiga unsur utama yaitu sistem, informasi, dan geografi. Pengertian terhadap ketiga unsur-unsur utama ini  sangat membantu dalam memahami SIG. Dengan melihat unsur-unsur utamanya, maka  SIG merupakan salah satu sistem informasi. SIG merupakan suatu sistem yang menekankan pada unsur informasi geografi. Istilah “geografis” merupakan bagian dari spasial (keruangan). Kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian atau tertukar sehingga  timbul istilah yang ketiga, geospasial. Ketiga istilah ini mengandung inti yang hampir sama di dalam konteks SIG. Penggunaan kata “geografis” mengandung pengertian suatu persoalan mengenai bumi: permukaan dua atau tiga dimensi. Istilah “informasi geografis” mengandung pengertian informasi mengenai tempat-tempat yang terletak di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu objek terletak di permukaan bumi, dan informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diberikan atau diketahui.

Komponen Sistem Informasi Geografis
Komponen kunci dalam SIG merupakan sistem komputer, data geospasial (data
atribut) dan pengguna.
1. Sistem Komputer
Terdiri dari komponen komputer dan Pengetahuan.
a. Komputer
Komputer dalam GIS terdiri dari perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling), dan penayangan data geospasial.
b. Pengetahuan
Manusia sebagai pemain utama dalam sistem, tentu saja sangat dipengaruhi oleh berbagai hal yang didapatnya dalam kehidupan. Hal itu membentuk pengetahuan, cara pandang, pengalaman dan tentu saja kehidupannya secara luas. Hal tersebut yang mendorong manusia yang secara alamiah mempunyai rasa ingin tahu dan tidak pernah puas, untuk selalu bisa memecahkan persoalan secara tepat. Lahirlah ilmu-ilmu pengetahuan yang sebegitu banyak hingga sekarang ini. Hal ini yang mempengaruhi dan membentuk proses SIG bisa berjalan sesuai dengan maksud atau tidak. Seperti lahirnya metode-metode (cara), program-program komputer yangdisebutkan di atas, dan alat-alat yang diperlukan untuk itu.
2. Pengguna
Tentu saja sumber daya manusia adalah yang mempunyai kedudukan pertama dalam posisi ini, karena mereka punya maksud-maksud tertentu dalam hidupnya. Terutama dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di sekitarnya. Bahkan sistem itu sendiri dilahirkan dari maksud-maksud tersebut.
Fungsi pengguna berguna untuk memilih informasi yang diperlukan, membuat
standar, update data yang efisien, analisa output untuk hasil yang diinginkan serta
merencanakan aplikasi.
3. Data Geospatial
Sumber-sumber data geospatial adalah peta digital, foto udara, citra satelit, tabel
statistik dan dokumen lain yang berhubungan. Data geospatial dibedakan menjadi:
1. Data grafis atau geometris, mempunyai tiga elemen : titik (node), garis (arc) dan
luasan (poligon) dalam bentuk vector ataupun raster yang mewakili geometri
topologi, ukuran, bentuk, posisi dan arah.
2. Data atribut atau data tematik, sesuai dengan karakter GIS, informasi di sini tentu saja adalah informasi tentang bumi (geografi) dengan segala apa yang berada di bumi.
Penerapan Sistem Informasi Geografis
1.    Sistem Informasi Geografis dalam kewilayahan
SIG adalah sistem informasi yang memiliki ciri khusus yakni dapat menangani data atau informasi yang terkait dengan kewilayahan yang disebut geospasial. Sistem ini sebagai media pengumpul data potensi kewilayahan, berkenaan dengan diberlakukanya otonomi daerah. Sebagai ilmu pengetahuan dan juga teknologi perkembangan sistem informasi ini ditandai dengan dikembangkanya sistem basis data, salah satu dari basis bentuk sistem informasi. Berbagai komponen SIG yang meliputi data, sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaksana, perangkat lunak, perangkat keras, dan prosedural. Komponen – komponen ini saling berhubungan dalam melakukan pendataan SIG. Menyangkut kegiatan SIG, SIG banyak digunakan orang pada negara – negara maju sebagai tool untuk memecahkan berbagai masalah yang terkait dengan kewilayahan dalam sistem pemodelan geospasial  yang ditujukan untuk mengambil keputusan.
2.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Aktivitas Bisnis.
Sistem informasi geografis dimanfaatkan untuk aktivitas bisnis diantaranya yaitu pemasaran, pemilihan lokasi, pengelolaan aset, analisis resiko, pengaturan hantaran , pelayanan pelanggan, analisa demografi, dan pemetaan.
3.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Transportasi
Sistem informasi geografis digunakan untuk mengelola dan menganalisa berbagai informasi dengan geografi sebagai sudut pandang utamanya, mengingat lebih dari 80 % dari informasi digunakan untuk pengelolaan jalan, jalur kereta api, dan fasilitas pelabuhan. Sistem Informasi geografis bisa dimanfaatkan untuk menentukan suatu lokasi dari suatu peristiwa dan keterkaitanya antara yang satu dengan yang lainya terhadap peristiwa yang lainya, dimana hal tersebut merupakan faktor – faktor kritis yang harus diperhatikan dalam merancang suatu desain, pembangunan dan pemeliharaan.
4.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Lingkungan dan Geologi
Sistem informasi geografis dapat membantu membuat perlindungan terhadap lingkungan. Di bidang lingkungan sistem informasi geografis untuk membuat peta, catatan popoulasi spesies, mengukur pengaruh lingkungan serta mengetahui peristiwa keracunan ataupun polusi.
5.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Pertanian dan Kehutanan
Sistem informasi geografis dapat digunakan untuk mengelola sumber daya pertanian dan kehutanan seperti luas kawasan untuk tanaman, mengatur bedengan ataupun jarak tanam, menetapkan masa panen mengembangkan sistem rotasi tanam dan melakukan perhitunghan secara tahunan terhadap kerusakan tanah akibat teknik dalam pembibitan, penanaman atau pemeliharaan maupun masa panen.Sistem informasi geografis juga dapat memantau dan mengendalikan irigasi tanaman pada lahan lahan pertanian. Sistem informasi geografis dapat membantu memantau kapasitas suatu sistem, katup – katup, efisiensi, serta distribusi menyeluruh dari air dalam sistem.
6.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Militer
Sistem informasi geografis untuk penyediaan data spasial untuk analisa rute – rute dan peralatan perang, membuat peta elektronik yang mampu mendeteksi kendaraan musuh yang melanggar perjanjian antar negara.
7.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Kesehatan
Sistem informasi geografis dapat menentukan peta penyebaran suatu penyakit, ataupun sebaran endemik suatu penyakit serta menentukan lokasi dimana tempat pelayanan kesehatan maupun tenaga medis.
8.    Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Geologi, Pertambangan, dan Perminyakan
Sistem informasi geografis dapat menentukan lokasi keterdapatan mineral ataupun bahan tambang. Sistem informasi geografis juga dapat menganalisis hasil limbah yang merupakan hasil limbah buangan barang tambang.  
9.    Sistem Informasi dalam Bidang Pemerintahan
Berikut berbagai contoh pengunaan sistem informasi geografi dalam bidang permerintahan meliputi pemetaan kavling, pusat layanan umum, pembebasan tanah dan peruntukanya, perencanaan tata guna tanah dan pengaturanya, pemetaan rencana umum dan analisanya, pemetaan kawasan dan penjejakan masalah, analisis demografi dan pemetaan, pembangunan ekonomi, pemetaan pematusan dan analisanya, pengkajian subdivisi atau pemetaan bagian bagian, penataan rutejalan, sanitasi, dan trimming, dan lain lain
10.  Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Perbankan
SIG dalam bidang perbankan dapat mendefinisikan area perdagangan seputar di kantor, mengukur potensi pasar di area tersebut, dan identifikasi kompetitor terdekat. Sekarang SIG sudah siap mendefinisikan area yang menjadi pasar potensial kantor cabang bank tersebut, dengan memberikan tambahan informasi penting, yaitu melukiskan letak kantor dan alamat seluruh nasabahnya.
11.  Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Telekomunikasi
Solusi SIG dalam bidang telekomunikasi yaitu perencanaan, pemeliharaan dan analisis perluasan jaringan telekomunikasi, pembuatan fasilitas umum dan perencanaan kawasan, rute penempatan kabel, aplikasi penanganan pelanggan, pengembangan penyimpanan data, pemilihan penempatan fasilitas, sistem penanganan kegagalan sambungan.
12.  Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Hidrologi dan Kelautan
SIG digunakan untuk inventarisasi dan manajemen pengamatan pasang dan surut air laut, manajemen daerah pesisir dan manajemen kawasan wisata laut seperti tanaman laut dan hutan mangrove.
13.  Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Perpajakan
SIG dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan potensi pendapatan dari sektor pajak dengan pembuatan sistem informasi untuk sumber penarikan pajak dari sektor periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, baliho yang berhubungan dengan data posisi, ruang, dan waktu.

            Kesimpulan
Sistem Informasi geografis tidak hanya digunakan untuk pemetaan wilayah tetapi memiliki banyak kegunaan diantaranya yaitu aktivitas bisnis, transportasi, lingkungan dan geologi, pertanian dan kehutanan, militer, kesehatan, geologi, pertambangan dan perminyakan kesehatan, perbankan, telekomunikasi, hidrologi dan kelautan, serta perpajakan. Bertambahnya pengguna SIG akan mendorong pengembangan SIG dengan partisipasi aktif dari masyarakat dalam melakukan self survey SIG.











Tugas 2 sistem informasi geografis

Nama : Hendra Wahyudi Ariyono Npm.  : 17025010084 Kelas. : Agroteknologi C Estimation of Surface Runoff Using Remote Sensing and Geograp...